Tak usah begitu serius, ini hanyalah cerita lama yang masih ku simpan sendiri, hanya beberapa rangkaian kata - kata bodoh yang menemaniku dalam sepi, sejak kamu tak lagi disini.
Ini bukan kali pertama aku duduk sendirian dan hanya memperhatikan kata yang tersusun rapi terangkai menjadi sebuah kalimat yang indah, duduk berjam - jam tanpa merasakan hangatnya perhatianmu lewat pesan singkat, kekosongan dan kehampaan sudah berganti - ganti wajah sejak tadi namun aku tetap menunduk mencoba tak memperdulikan keadaan.
Hanya sepenggal cerita lama yang sebenarnya enggan aku tulis dan ku ceritakan lagi, entah mengapa akhir - akhir ini sepi sekali, aku seperti berbisik dan mendengar suaraku sendiri, dalam gelapnya malam ternyata sosokmu masih saja berada disana, aah, sosokmu yang tak begitu jelas lagi kuingat, bukan karna kamu terlalu lama mengabaikanku, tapi karena sekarang aku sudah memilikinya, aku malas membuka luka lama dan menambah luka baru lagi, aku sudah tak ingin menyentuh bayang - bayangmu yang samar, dan aku tak lagi ingin mereka - reka senyumu yang tak seindah dulu.
"Dulu" memang begitu sangat melekat dalam otak, hati dan ingatanku seperti ada sesuatu yang terjadi, sangat dekat, sangat mandalam, sampai - sampai tak mampu terhapus oleh jarak dan waktu, tapi sekarang aku akan membiarkan kenangan itu terbang mengikuti gelitik manjanya angin, tertiup kencang dan semakin menjauh dari ingatanku.
Akhirnya, dan memang seharusnya ini berakhir, karena tak akan ada lagi yang terulang, hari - hari yang aku lalui bersama seperti gelembung basah yang mudah pecah, realita berbicara lebih banyak sementara aku dilarang ntuk bermimpi terlalu jauh, apalagi berharap semua yang telah kita lalui dapat terulang kembali. argh!!!
Dulu yang begitu manis entah mengapa sekarang berubah menjadi begitu miris,aneh memang jika aku sering memikirkanmu yang tak pernah memikirkaku, menyakitkan memang jika aku harus terus mendawakan kenangan hanya karena masalalu terlalu kuat untuk dihancurkan.
Beginilah kita sekarang, tak lagi saling sapa, tak lagi saling bertukar kabar, segalanya terasa asing, apapun yang kita lakukan dulu seperti terhapus begitu saja oleh masa, hari berganti menjadi minggu, minggu beranjak menuju bulan, sejak itupula jantung kita tak lagi mendenyutkan rasa yang sama.
Berusaha melupakan yang sering ku sebut kenangan, berusaha melawan yang disebabkan perpisahan.
Ini bukan kali pertama aku duduk sendirian dan hanya memperhatikan kata yang tersusun rapi terangkai menjadi sebuah kalimat yang indah, duduk berjam - jam tanpa merasakan hangatnya perhatianmu lewat pesan singkat, kekosongan dan kehampaan sudah berganti - ganti wajah sejak tadi namun aku tetap menunduk mencoba tak memperdulikan keadaan.
Hanya sepenggal cerita lama yang sebenarnya enggan aku tulis dan ku ceritakan lagi, entah mengapa akhir - akhir ini sepi sekali, aku seperti berbisik dan mendengar suaraku sendiri, dalam gelapnya malam ternyata sosokmu masih saja berada disana, aah, sosokmu yang tak begitu jelas lagi kuingat, bukan karna kamu terlalu lama mengabaikanku, tapi karena sekarang aku sudah memilikinya, aku malas membuka luka lama dan menambah luka baru lagi, aku sudah tak ingin menyentuh bayang - bayangmu yang samar, dan aku tak lagi ingin mereka - reka senyumu yang tak seindah dulu.
"Dulu" memang begitu sangat melekat dalam otak, hati dan ingatanku seperti ada sesuatu yang terjadi, sangat dekat, sangat mandalam, sampai - sampai tak mampu terhapus oleh jarak dan waktu, tapi sekarang aku akan membiarkan kenangan itu terbang mengikuti gelitik manjanya angin, tertiup kencang dan semakin menjauh dari ingatanku.
Akhirnya, dan memang seharusnya ini berakhir, karena tak akan ada lagi yang terulang, hari - hari yang aku lalui bersama seperti gelembung basah yang mudah pecah, realita berbicara lebih banyak sementara aku dilarang ntuk bermimpi terlalu jauh, apalagi berharap semua yang telah kita lalui dapat terulang kembali. argh!!!
Dulu yang begitu manis entah mengapa sekarang berubah menjadi begitu miris,aneh memang jika aku sering memikirkanmu yang tak pernah memikirkaku, menyakitkan memang jika aku harus terus mendawakan kenangan hanya karena masalalu terlalu kuat untuk dihancurkan.
Beginilah kita sekarang, tak lagi saling sapa, tak lagi saling bertukar kabar, segalanya terasa asing, apapun yang kita lakukan dulu seperti terhapus begitu saja oleh masa, hari berganti menjadi minggu, minggu beranjak menuju bulan, sejak itupula jantung kita tak lagi mendenyutkan rasa yang sama.
Berusaha melupakan yang sering ku sebut kenangan, berusaha melawan yang disebabkan perpisahan.
Diantara tugas makalah yang membuat jemariku pegal
Diantara kertas - kertas yang berserakan




.jpg)




.jpg)
