Cinta itu bukan tidak punya logika, tapi cinta punya logikanya sendiri yang tidak bisa dimengerti oleh logika pikiran kita, terkadang kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan cinta tapi itu salah besar, karena cinta itu milik kita bukan aku atau kamu.
Ketika sudah tidak bisa menjadi KITA
Sudah hampir satu tahun lebih hubungan kita berjalan, tapi rasanya aku menemukan banyak kesakitan disini, aku tak mengerti cinta yang awalnya indah ini bisa berubah menjadi monster yang menakutkan,
Aku tak bisa mendeskripsikan cerita cinta ku, aku juga tak mengerti mengapa tuhan hadirkanmu dalam perjalanan hidupku saat ini,
Menyakitkan rasanya jika semua yang sudah kau berikan padaku kau sebut - sebut lagi disetiap pertengkaran kita, semua pengorbanan, materi dan waktu yang sudah kau berikan kau hitung dan kau tulis dalam buku harianmu, pantaskah itu? pantaskah semua itu dilakukan oleh seorang pria yang mengaku cinta pada kekasihnya? dimana hatimu yang tulus itu? dimana kata - katamu yang manis itu sayang? tidak kah kau bisa merasakan kesakitan ini sedikitpun?.
Aku hanyalah seorang wanita, wanita yang lemah, kamu tau bagaimana hati seorang wanita? bisakah kamu belajar lebih dalam lagi pada ibumu?atau adik perempuanmu?
Begitu banyak kata - katamu yang menyakitkan, dan tak pernah aku dengar kata - kata itu keluar dari mulut seorang pria, sumpah demi apapun, cuma kamu yang bisa berkata setega itu,
Tak pernah aku bayangkan sebelumnya jika persoalan ini akan menjadi serumit sekarang, kamu yang tak bisa mengontrol emosimu, dan aku yang keras kepala, kita sama - sama tidak bisa mengalah, tapi kau masih mau mempertahankan hubungan kita? apa - apaan ini?
Ketika semua diluar pengharapanmu, ketika semua sudah diluar batas kemampuanku, aku mohon hargai keputusan ini, aku mohon jangan lanjutkan kesakitan ini, jangan pernah kau menambah penderitaanku, aku mohon hargai keputusanku untuk kali ini.
Ketika sudah tidak bisa menjadi KITA
Artikel Terkait di Bawah posting
Ketika sudah tidak bisa menjadi KITA
Sudah hampir satu tahun lebih hubungan kita berjalan, tapi rasanya aku menemukan banyak kesakitan disini, aku tak mengerti cinta yang awalnya indah ini bisa berubah menjadi monster yang menakutkan,
Aku tak bisa mendeskripsikan cerita cinta ku, aku juga tak mengerti mengapa tuhan hadirkanmu dalam perjalanan hidupku saat ini,
Menyakitkan rasanya jika semua yang sudah kau berikan padaku kau sebut - sebut lagi disetiap pertengkaran kita, semua pengorbanan, materi dan waktu yang sudah kau berikan kau hitung dan kau tulis dalam buku harianmu, pantaskah itu? pantaskah semua itu dilakukan oleh seorang pria yang mengaku cinta pada kekasihnya? dimana hatimu yang tulus itu? dimana kata - katamu yang manis itu sayang? tidak kah kau bisa merasakan kesakitan ini sedikitpun?.
Aku hanyalah seorang wanita, wanita yang lemah, kamu tau bagaimana hati seorang wanita? bisakah kamu belajar lebih dalam lagi pada ibumu?atau adik perempuanmu?
Begitu banyak kata - katamu yang menyakitkan, dan tak pernah aku dengar kata - kata itu keluar dari mulut seorang pria, sumpah demi apapun, cuma kamu yang bisa berkata setega itu,
Tak pernah aku bayangkan sebelumnya jika persoalan ini akan menjadi serumit sekarang, kamu yang tak bisa mengontrol emosimu, dan aku yang keras kepala, kita sama - sama tidak bisa mengalah, tapi kau masih mau mempertahankan hubungan kita? apa - apaan ini?
Ketika semua diluar pengharapanmu, ketika semua sudah diluar batas kemampuanku, aku mohon hargai keputusan ini, aku mohon jangan lanjutkan kesakitan ini, jangan pernah kau menambah penderitaanku, aku mohon hargai keputusanku untuk kali ini.
Ketika sudah tidak bisa menjadi KITA



0 komentar:
Posting Komentar