Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu...
Dengan apa membalas…ibu…ibu...
Iwan Fals - Ibu.
Lyrik lagu yang dibuat sekitar tahun 1985 ini jujur sangat menyentuh dan sangat mewakili perasaanku.
Membuatku merindukan sosok wanita yang sudah 20 tahun ini mendidik dan membesarkanku.
Mamah,,,ya aku memanggilnya mamah dan akan tetap ku panggil mamah sampai kapanpun.
Dia bukan wanita cantik, tapi dia adalah wanita yang tangguh dan penuh semangat, dan aku sangat beruntung terlahir dari rahimnya, tentu saja, siapa yang tidak bangga terlahir sebagai anak dari wanita yang mandiri seperti mamah,
Dia adalah wanita yang tau bagaimana cara menempatkan diri, wanita yang selalu berdo'a untuk kebaikan ke empat anaknya, dan untuk kebaikan suami tercintanya, :D
Mamah, 15 Februari 1960, 52 tahun silam kau terlahir dan takdir telah mencatatkan kau sebagai malaikatku, pencerah hidupku, dan penyemangat yang sangat sangat nyata untukku.
Empat belas hari menuju ulang tahunmu, aku sudah mempersiapkan kejutan untukmu, memikirkan hadiah apa yang akan ku beri dihari spesialmu nanti, dan akan selalu membuatmu bahagia di hari tuamu ini mah,
aku sadar seharusnya membahagiakanmu tidak hanya tepat dihari spesialmu ini, setiap detik, jam, hari, minggu, bulan, dan tahunya adalah kewajibanku untuk membahagiakanmu, tentunya dengan caraku dan sekemampuanku,
Semoga aku selalu bisa membahagiakanmu mah, tidak berhenti di hari ulang tahunmu saja, tapi mulai hari ini, esok dan seterusnya aku akan berusaha membahagiakanmu, dan tidak membuatmu khawatir lagi.
Beberapa tahun aku jauh dari mamah tapi itu tidak membuatmu mengurangi rasa sayang mu padaku,
Mamah yang selalu memberikan yang terbaik untuk ku.
Mamah yang selalu menyuapiku saat aku malas makan.
Mamah yang selalu memeluku saat aku tertidur kedinginan.
Mamah yang selalu menyiapkan telor mentah dan susu hangat saat ada praktek olahraga disekolah.
Mamah yang selalu mengingatkanku sholat.
Mamah yang selalu rewel ketika mengingatkanku tentang kabaikan.
Mamah yang selalu mengambilkan handuk saat aku mandi, karena itu kebiasaan burukku dari dulu.
dan Mamah yang selalu sabar menghadapi orang yang menyakitinya.
Subhanallah ...
Senangnya ... aku mempunyai mamah sepertimu.
Senangnya ... aku di takdirkan untuk memanggil mamah pada wanita berhati lembut sepertimu.
Ya Allah, berilah kesehatan dan keberkahanmu untuk mamah
Semoga Allah semakin menyayangi dan mencintaimu dunia dan akhirat, ( Amin )
Mah, Aku mencintaimu bukan hanya untuk hari ini, tapi cintaku padamu akan tetap mengalir deras, tak pernah surut dan takkan pernah bertepi,
Aku mencintaimu karena Allah
I ♥ U mamah ...
Empat belas hari menuju ulang tahunmu, aku sudah mempersiapkan kejutan untukmu, memikirkan hadiah apa yang akan ku beri dihari spesialmu nanti, dan akan selalu membuatmu bahagia di hari tuamu ini mah,
aku sadar seharusnya membahagiakanmu tidak hanya tepat dihari spesialmu ini, setiap detik, jam, hari, minggu, bulan, dan tahunya adalah kewajibanku untuk membahagiakanmu, tentunya dengan caraku dan sekemampuanku,
Semoga aku selalu bisa membahagiakanmu mah, tidak berhenti di hari ulang tahunmu saja, tapi mulai hari ini, esok dan seterusnya aku akan berusaha membahagiakanmu, dan tidak membuatmu khawatir lagi.
Beberapa tahun aku jauh dari mamah tapi itu tidak membuatmu mengurangi rasa sayang mu padaku,
Mamah yang selalu memberikan yang terbaik untuk ku.
Mamah yang selalu menyuapiku saat aku malas makan.
Mamah yang selalu memeluku saat aku tertidur kedinginan.
Mamah yang selalu menyiapkan telor mentah dan susu hangat saat ada praktek olahraga disekolah.
Mamah yang selalu mengingatkanku sholat.
Mamah yang selalu rewel ketika mengingatkanku tentang kabaikan.
Mamah yang selalu mengambilkan handuk saat aku mandi, karena itu kebiasaan burukku dari dulu.
dan Mamah yang selalu sabar menghadapi orang yang menyakitinya.
Subhanallah ...
Senangnya ... aku mempunyai mamah sepertimu.
Senangnya ... aku di takdirkan untuk memanggil mamah pada wanita berhati lembut sepertimu.
Ya Allah, berilah kesehatan dan keberkahanmu untuk mamah
Semoga Allah semakin menyayangi dan mencintaimu dunia dan akhirat, ( Amin )
Mah, Aku mencintaimu bukan hanya untuk hari ini, tapi cintaku padamu akan tetap mengalir deras, tak pernah surut dan takkan pernah bertepi,
Aku mencintaimu karena Allah
I ♥ U mamah ...



0 komentar:
Posting Komentar