Aku menulis ini ketika rasa ini sudah tak kuat lagi ku simpan sendiri, saat butiran - butiran rindu ini semakin menggunung di otak dan hati ku, dan saat yang bersamaan pula air mata ini tak sanggup lagi ku bendung, berbulan - bulan ku menahan rindu, menyimpan sejuta kesakitan ini, bagaimana tidak? orang yang ku rindukan sama sekali tidak pernah mengetahuinya.
Mengagumimu atau bahkan mencintaimu mungkin sudah menjadi hobi baruku beberapa bulan terakhir ini, eits...yang lebih tepatnya hobi sambungan, hahhaa...ya setelah kita bersama, aku meninggalkanmu, dan akhirnya kamu meninggalkan aku, dan kini aku merindukanmu lagi, merindukan kamu yang dulu, kamu yang tak pernah menyakiti aku, kamu yang tak pernah membuat airmataku terbuang selain airmata rindu :D
Apakah kamu tau apa yang terjadi?
Mengertikah kamu dengan rasa sakit ini, rasa sakit yang benar - benar tak pernah aku mengerti.
Merindukan seseorang yang mungkin tak pernah merindukan aku.
Mencintai seseorang yang mungkin sama sekali tak perduli terhadap perasaanku.
Entah aku yang terlalu bodoh untuk memperjuangkan persaan ini, atau kamu yang terlalu egois dengan rasa sakit yang ada, entahlah ...
aku berusaha mempertahankan apa yang seharusnya aku lepaskan, salahkah jika itu yang aku lakukan?
aku sudah menunggumu sangat lama, berharap pengertianmu menderas ke arahku, tapi sikapmu masih sama, kamu dingin dan tak pernah berubah,
yang kulihat, kamu masih seperti dulu,
apakah perjuangan dan kesabaranku tak membuat hatimu luluh? kau mengetahui segalanya bukan?
apakau pura - pura tak tau dan tak mau tau? mengapa hanya diam dan bisumu yang selalu kudapati dalam akhir pembicaraan kita? atau hanya emotion smile ( :) ) yang selalu ku dapati dalam balasan pesan panjangku?.
Pantaskah perasaan ini aku perjuangkan? pantaskah sosok mu yang acuh padaku tetap aku pertahankan dalam hatiku ini? jika yang kudapai hanya pengabaian dan ketidakpedulian?
Saat aku ingin menyudahi semua kesakitan ini, kamu tiba - tiba datang dan memanggilku sayang?
lelucon apalagi ini? apa kau sedang mempermainkan perasaanku?
seharusnya aku tak sebahagia ini, karena mungkin kau tak menulisnya dengan hati, ya,,, :D, seharusnya ku mengabaikan kata - katamu itu
STOP ... jangan bilang sayang lagi, jika rasa itu sudah tak pernah ada lagi dihatimu,
aku mohon jangan bilang sayang lagi jika kamu tak bisa membuktikan dan memberikan hatimu untuku.
Jangan bilang S A Y A N G lagi!!!



0 komentar:
Posting Komentar