Senyumanya adalah salahsatu bagian yang paling ku hapal, menjadikan pasokan energi yang nyata untukku saat aku melihat dan mengingatnya, tak pernah berniat untuk mengenalmu lebih jauh, tak pernah terbayang untuk menjadi sedekat ini, semua megalir begitu saja "Let It Flow" katamu.
Aku tak tau sejak kapan kamu mulai memenuhi sudut - sudut terpencil dalam otakku, semua terjadi begitu cepat, sungguh, tanpa kompromi, tanpa basa - basi juga tanpa teori, oh tuhan, aku melihatmu, mengenalmu lalu mencitaimu, secepat itukah?
Sesederhana itulah kamu mulai menguasai hari - hariku, menjadi sebab tawaku, menjadi sebab semangatku, kamu menjelma menjadi senyum yang tak bisa aku ungkapkan dengan kata - kata, mungkinkah aku jatuh cinta? tapi ini terlalu cepat jika dikatakan cinta, karena cinta butuh waktu, karena cinta adalah hati, karena cinta itu rasa.
Aku takut mengartikan isyarat - isyarat yang kamu berikan padaku, aku takut menafsirkan kata - kata manismu, yang mungkin tak hanya kau katakan padaku, aku takut mempercayai perhatiamu yang kau berikan secara terang - terangan, aku takut, aku takut, takut dan semakin takut jika rasa ini semakin tumbuh ke arah yang tak bisa aku kendalikan, tapi tuhan...aku tidak bisa begitu saja melupakanya, sungguh aku selalu ingat caramu menatapku, caramu mencuri perhatianku, kerutan matamu yang aneh, namun tetap terlihat mempesona dalam pandanganku, hal - hal sederhana yang seakan - akan sengaja kau ciptakan untuk tidak aku lupakan.
Tolong hentikan langkahku jika semua yang kurasa adalah salah dimatamu, tolong kembalikan aku kejalanku dulu, sebelum aku mengganggu rute tujuanmu, tolonglah buat aku lupa, karena aku tak lagi menemukan cara terbaik untuk mengusirmu dalam pikiranku.
Tolong hentikan langkahku jika semua yang kurasa adalah salah dimatamu, tolong kembalikan aku kejalanku dulu, sebelum aku mengganggu rute tujuanmu, tolonglah buat aku lupa, karena aku tak lagi menemukan cara terbaik untuk mengusirmu dalam pikiranku.
Let It Flow katamu.



0 komentar:
Posting Komentar