Itu adalah sepenggal paragraph yang sempat saya baca dalam situs
online, jujur sebenarnya saya sangat tidak menyukai pelajaran sejarah, tapi
setelah pembicaraan kita berakhir kemarin sore, sejak itu saya mulai penasaran
tentang yang terjadi antara Amerika dan Jepang.
Katanya Amerika pernah menghancurkan Jepang?
***
Mungkinkah
aku sudah menghancurkan hati mu? seperti yang telah dilakukan Amerika terhadap
jepang pada saat itu?
Oh
tuhan,,,bagaimana aku menjelaskan ini padamu.
Menjadi
seseorang yang sudah menyakitimu, sungguh diluar nalarku.
Bahkan
sampai sekarang aku belum bisa memberanikan diri untuk mengirimimu pesan
singkat, walau hanya sekedar menanyakan kabarmu disana.
Sial,,,andai saja pada saat itu aku tidak termakan oleh
situs jejaring sosial itu, mungkin sampai sekarang kau dan aku akan baik - baik
saja :D.
Sungguh penyesalan dan sesak ini masih ada, tapi
bagaimana dengan mu? mungkinkah kamu merasakan hal yang sama? masihkah sakit
itu terasa nyata sampai sekarang? masihkah kamu marah padaku?.
Sudah lama aku ingin memandang wajahmu yang polos itu.
Sudah lama aku merindukan candamu yang khas, dan tawa mu yang renyah.
Sudah lama aku mengharapkan ada pesan singkat darimu mampir ke kotak masuk handphoneku.
Sungguh aku merindukan semuanya tuhan.
Tak ada orang yang bisa menolongku untuk memperbaiki semuanya, kecuali aku serahkan dan selalu berbaik sangka kepada - Mu.
Aku tak percaya hubungan kita yang berjalan sangat singkat ternyata masih melekat dalam ingatanku, akupun tak menyangka sosokmu yang begitu sederhana ternyata tak sanggup aku lupakan, tapi yang sangat aku sesalkan kita tak pernah saling tau, atau bahkan bertemu, pernah sekali aku mengahmpiri tempatmu menetap sekarang, tapi aku enggan menghubungimu, karena rasa takut ini lebih besar dari rasa rindu yang ada :'(, ingin sekali rasanya menghampirimu saat itu, kamu yang sudah beberapa tahun tak pernah aku lihat, kamu yang selalu menjadi motivasi hidupku selama ini.
Masih bolehkan aku bercerita banyak dan menulis tentangmu, sebagai luapan rasa rindu ini?
Di hari itu, kau temui aku di tempat terakhir kita bertemu dulu, hari yang begitu penting bagiku, namun mungkin tak terlalu penting bagimu, padahal saat itu aku tak terlalu berharap untuk bertemu denganmu karena aku tau, aku punya banyak salah padamu, tapi atas izin darinya kita dipertemukan lagi, mengharukan sekaligus menyenangkan sekali, bertemu dengan orang yang sangat aku rindukan beberapa tahun terakhir ini, tak banyak yang bisa ku katakan saat itu, karena sejujurnya aku tak ingin apa - apa darimu selain ingin berada didekatmu.
Mendadak merindukanmu, "kamu yang sudah begitu tinggi dan sulit ku raih"
Mendadak merindukanmu, "kamu yang sudah begitu tinggi dan sulit ku raih"




0 komentar:
Posting Komentar