Rabu, 29 Mei 2013

Pria Dunia Maya III (TheEnd)

Awalnya semua berjalan sederhana, kita tertawa, kita bercanda dan kita membicarakan hal – hal manis, walaupun semua tercipta melalui pesan singkat, perhatian yang mengalir darimu dan pembicaraan kala itu hanya ku anggap sebagai hal yang tak perlu ku maknai dengan luar biasa.


Kehadiranmu membawa perasaan lain, hal berbeda yang kamu tawarkan padaku turut membuka mata hatiku selebar – lebarnya, aku tak sadar bahwa kamu datang membawa perasaan aneh, serasa ada yang hilang bila sehari saja kamu tidak menyapaku lewat dentingan pesan singkat, setiap hari selalu ada sajah topik yang kita bicarakan, sampai pada akhirnya kita membicarakan tentang sesuatu yang sangat menyentuh, itu cinta.

Kamu bercerita tentang mantan kekasihmu dan aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan, aku berusaha memahami kerinduamu akan kehadiran dan perhatian seorang wanita,
Sebenarnya perhatian itu sudah kuberikan diam – diam padamu, atau mungkinkah perhatian itu tidak benar – benar kamu rasakan?

Aku bergejolak dan menaruh harap, apakah kau telah menganggapku special walau tanpa ada status dan kejelasan, karena menurutku, seorang pria akan menceritakan semua masalah yang ia hadapi hanya pada teman dekatnya saja, apa kaupun begitu? Senyumku mengembang dalam diam, tanpa kusadari semua telah terlalu jauh, cinta menyeretku kedalam sebuah celah yang mungkin tak pernah ku inginkan sama  sekali.

Siapakah yang bisa mengendalikan perasaan? Siapakah yang bisa menebak cinta jatuh pada orang yang tepat ataupun salah? Aku tidak sepandai itu, aku hanya bisa merasakan kenyamanan dalam kehadiranmu, aku hanyalah wanita yang takut kehilang seseorang yang tak pernah aku miliki.

Salahku memang jika mengartikan tindakanmu sebagai cinta, dan salah ku juga jika terburu – buru tertarik pada orang yang belum lama aku kenal, tapi cinta punya logikanya sendiri yang tidak bisa dimengerti oleh logika pikiran manusia. Tapi tak salah jika aku berharap kamu mempunyai rasa yang sama denganku, karena kamu sudah menjadi sebab tawa dan senyumku, aku percaya kamu tak akan membuatku sedih dan kamu tak akan jadi sebab air mataku, aku percaya bahkan sangat !. dan itulah hal bodoh yang harus aku akui dan kusesali.

Ternyata ketakutanku terjawab sudah, kamu pergi meninggalkanku tanpa sebab dan alasan yang jelas, kamu pergi tanpa pamit dan pisah, aku terpukul pada keputusan yang tak kau sampaikan padaku, tiba – tiba kau menghilang seenak nya sendiri, tapi apakah aku pantas untuk marah? Aku tak pernah jadi siapa – siapa dalam hidupmu, bahkan aku tak punya hak untuk memintamu kembali, kembali hadir dalam hidupku, wlau kau jauh, walau kau hanya menggapku sebagai teman atau sahabat, tidak masalah bagiku.

Masih adakah yang harus aku paksakan jika aku tak pernah menjadi tujuan bagimu? Tak munafik, aku sangat merindukanmu, aku merasa kehilanganmu, dulu aku terbiasa dengan candaan dan perhatian kecilmu, tapi sekarang semua hilang, bagai asap rokok yang hilang dalam gelapnya malam.

Sungguh ini juga salahku, yang bertahan dalam diam meskipun aku sadar aku punya perasaan yang lebih dalam dan kuat, ini bukan salahmu juga bukan kesalahanya. – cinta

Disini aku harus banyak belajar tentang arti perpisahan, kepergian dan merelakan.
Aku harus merelakanmu pergi jauh. bahkan sangat jauh.

Semoga bahagia " Pria Dunia Maya "
Artikel Terkait di Bawah posting

2 komentar:

  1. ahahahaaaa, makasih mba lulu udah mampir ke rumah saya yg sunyi senyap ini,xixixixixii, :p , semangat deh bikin rumahnya ramee :D

    BalasHapus