Ini adalah tulisan yang paling
membuatku bingung, bingung karena terlalu banyak yang ingin ku ungkapkan
disini.
Rabu, 16 Januari 2013
Senin, 14 Januari 2013
Sabtu, 12 Januari 2013
14 hari menjelang ulang tahun Mamah :D
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu...
Dengan apa membalas…ibu…ibu...
Iwan Fals - Ibu.
Kamu dan dirimu
Terimakasih tuhan kau telah melibatkan dia dalam hidupku yang singkat ini,
Mungkin aku seringkali tidak menyadari, seberapa besar pengorbananmu selama ini, maafkan aku sayang, maafkan aku atas semua ketidak sempurnaan yang ada dalam diriku.
Jumat, 11 Januari 2013
Si Amerika dan Si Jepang
Itu adalah sepenggal paragraph yang sempat saya baca dalam situs
online, jujur sebenarnya saya sangat tidak menyukai pelajaran sejarah, tapi
setelah pembicaraan kita berakhir kemarin sore, sejak itu saya mulai penasaran
tentang yang terjadi antara Amerika dan Jepang.
Katanya Amerika pernah menghancurkan Jepang?
Itulah sejarah, semua punya cerita.
Kamis, 10 Januari 2013
Dimana letak kesholehahanku?
Teruntuk
seseorang yang telah tertulis dalam ketentuan-Nya, calon imamku, ayah dari anak-anakku,
Dengarkanlah
untaian kata dari goresan penaku ini. Dengarkanlah
seruan hatiku ini;
Maafkan
aku ya tulang rusukku, saat
ini aku belum sesholehah yang kau bayangkan.
Saat
ini jiwaku masih terlalu hitam. Jiwaku
masih berlumpur dosa.
Aku
belum bisa menjadi seorang wanita sholehah yang kau bayangkan.
Lisan
ini masih terlalu kotor. Lisan
ini teramat sering membicarakaan kesalahan Si fulan.
Masih
sering menjatuhkan Si fulan Masih
suka ghibah ya kasihku.
Maka
dimana letak kesholehahanku?
Akupun tak seperti yang kau bayangkan.
Akupun tak seperti yang kau bayangkan.
Shalatku
kadang masih suka telat. Shalatku
teramat sering tak khussyu.
Shalat
malamku pun bolong-bolong, Shalat
dhuha-ku hanya sesempatku saja, seingatku saja.
Maka
dimana letak kesholehahanku?
Mengajiku tak seindah yang kau bayangkan. Jangankan tartil, Makhrajku saja masih jauh dari sempurna.
Mengajiku tak seindah yang kau bayangkan. Jangankan tartil, Makhrajku saja masih jauh dari sempurna.
Bahkan
bacaan tajwidkupun masih terbolik-balik.
Aku
pun tak tau bacaan sujud syahwi.
Lagi-lagi
aku bertanya padamu, maka dimana letak kesholehahanku?
Bahkan
mata ini masih terlalu amat banyak berzina. Mata
ini masih suka menonton yang bukan menjadi haknya. Mata
ini lebih banyak menonton TV dibanding mengaji Al-Quran. Dibanding
membaca kumpulan doa Al-Ma’surat, apalagi
membaca kumpulan Hadist-hadist yang tebal itu?
Maka
dimana letak kesholehehanku?
Hatiku
tak selembut Fatimah, tak
secerdas Aisyah.
Aku
masih suka berkata menyakitkan kepada saudari-saudariku. Bahkan
sehari ini pun aku belum menyapa ibuku, aku
belum menyapanya dalam doa. Dimana letak baktiku?
Sekali lagi aku bertanya padamu, maka dimana letak kesholehahanku?
Sekali lagi aku bertanya padamu, maka dimana letak kesholehahanku?
Hai
laki-laki sholeh yang telah tertulis di lauhul mahfudz, imamku, dan ayah dari
anak-anaku,
engkau yg setia dan sabar terhadap kami kelak,
Masihkah kau ingin memilihku menjadi istrimu?
Masihkah kau ingin melanjutkan kehidupanmu denganku?
Hai laki-laki sholeh,
bahkan membayangkan menjadi sahabatmu saja aku tak berani.
Aku sungguh malu membayangkan itu. Apalagi membayangkan aku menjadi istrimu?
engkau yg setia dan sabar terhadap kami kelak,
Masihkah kau ingin memilihku menjadi istrimu?
Masihkah kau ingin melanjutkan kehidupanmu denganku?
Hai laki-laki sholeh,
bahkan membayangkan menjadi sahabatmu saja aku tak berani.
Aku sungguh malu membayangkan itu. Apalagi membayangkan aku menjadi istrimu?
Jika
kelak kau menjadi suamiku, imam bagi keluargaku,
maka ajarkanlah aku semua itu. Ajarkanlah aku menjaga lisanku. Ajarkanlah aku menjaga pandanganku. Ajarkanlah aku shalat khusyu. Ajarkanlah aku mengaji yang benar. Ajarkanlah aku hati yang lembut. Ajarkanlah aku berbakti padamu ya calon ayah dari buah hatiku. ajarkan semuanya padaku.
maka ajarkanlah aku semua itu. Ajarkanlah aku menjaga lisanku. Ajarkanlah aku menjaga pandanganku. Ajarkanlah aku shalat khusyu. Ajarkanlah aku mengaji yang benar. Ajarkanlah aku hati yang lembut. Ajarkanlah aku berbakti padamu ya calon ayah dari buah hatiku. ajarkan semuanya padaku.
Aku
yakin saat ini kau sedang mempersiapkanya semua.
Memantaskan diri menjadi imam bagiku dan buah hatimu kelak.
Aku yakin saat ini kau sedang beribadah dengan khusysu.
Saat ini kau sedang menjaga pandanganmu.
Saat ini kau sedang menjaga lisanmu.
Saat ini kau sedang mencintai saudara-saudaramu.
Memantaskan diri menjadi imam bagiku dan buah hatimu kelak.
Aku yakin saat ini kau sedang beribadah dengan khusysu.
Saat ini kau sedang menjaga pandanganmu.
Saat ini kau sedang menjaga lisanmu.
Saat ini kau sedang mencintai saudara-saudaramu.
Aku percaya dengan firman-Nya;
“Perempuan-perempuan
yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk
permpuan-perempuan yang keji pula, sedangkan perempuan-perempuan yang baik
untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan
yang baik pula..” (QS. An-Nur:26)
Doakan
aku agar aku tetap Istiqomah memperbaiki diri. Doakan aku agar aku
memang pantas bersanding di pundakmu. Bersanding berdua bersamamu menikmati
secangkir kopi di pagi hari. Bersanding berdua denganmu dalam selimut malam;
bersanding denganmu untuk mendapat Surga-Nya.
Aamiin
Ya Rabb.
Langganan:
Komentar (Atom)



