Rabu, 16 Januari 2013

Brother Good

2 komentar

Ini adalah tulisan yang paling membuatku bingung, bingung karena terlalu banyak yang ingin ku ungkapkan disini.

Senin, 14 Januari 2013

Berserah - Gamaliel & Audrey

2 komentar
Mendadak suka sama lagu ini, 
Lyriknya nyentuh banget,



Sabtu, 12 Januari 2013

14 hari menjelang ulang tahun Mamah :D

0 komentar
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu...

Iwan Fals - Ibu.

Kamu dan dirimu

0 komentar
Menjadi seseorang yang dicintai itu sangat menyenangkan, bahkan aku tak pernah berfikir bisa seistimewa ini dimatamu, entah hanya aku terbawa perasaan ataukah memang ini yang sebenarnya terjadi.
Terimakasih tuhan kau telah melibatkan dia dalam hidupku yang singkat ini,
Mungkin aku seringkali tidak menyadari, seberapa besar pengorbananmu selama ini, maafkan aku sayang, maafkan aku atas semua ketidak sempurnaan yang ada dalam diriku.

Jumat, 11 Januari 2013

Si Amerika dan Si Jepang

0 komentar
Tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 adalah dua hari yang paling penting dalam sejarah keberadaan Jepang. Hari dimana Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang menewaskan lebih dari 200.000 jiwa dalam sekejap.
Itu adalah sepenggal paragraph yang sempat saya baca dalam situs online, jujur sebenarnya saya sangat tidak menyukai pelajaran sejarah, tapi setelah pembicaraan kita berakhir kemarin sore, sejak itu saya mulai penasaran tentang yang terjadi antara Amerika dan Jepang.
Katanya Amerika pernah menghancurkan Jepang?
Itulah sejarah, semua punya cerita.

Kamis, 10 Januari 2013

Dimana letak kesholehahanku?

2 komentar
Teruntuk seseorang yang telah tertulis dalam ketentuan-Nya, calon imamku, ayah dari anak-anakku,
Dengarkanlah untaian kata dari goresan penaku ini. Dengarkanlah seruan hatiku ini;
Maafkan aku ya tulang rusukku, saat ini aku belum sesholehah yang kau bayangkan.
Saat ini jiwaku masih terlalu hitam. Jiwaku masih berlumpur dosa.
Aku belum bisa menjadi seorang wanita sholehah yang kau bayangkan.
Lisan ini masih terlalu kotor. Lisan ini teramat sering membicarakaan kesalahan Si fulan.
Masih sering menjatuhkan Si fulan Masih suka ghibah ya kasihku.
Maka dimana letak kesholehahanku?
Akupun tak seperti yang kau bayangkan.
Shalatku kadang masih suka telat. Shalatku teramat sering tak khussyu.
Shalat malamku pun bolong-bolong, Shalat dhuha-ku hanya sesempatku saja, seingatku saja.
Maka dimana letak kesholehahanku?
Mengajiku tak seindah yang kau bayangkan. Jangankan tartil, Makhrajku saja masih jauh dari sempurna.
Bahkan bacaan tajwidkupun masih terbolik-balik.
Aku pun tak tau bacaan sujud syahwi.
Lagi-lagi aku bertanya padamu, maka dimana letak kesholehahanku?
Bahkan mata ini masih terlalu amat banyak berzina. Mata ini masih suka menonton yang bukan menjadi haknya. Mata ini lebih banyak menonton TV dibanding mengaji Al-Quran. Dibanding membaca kumpulan doa Al-Ma’suratapalagi membaca kumpulan Hadist-hadist yang tebal itu?
Maka dimana letak kesholehehanku?
Hatiku tak selembut Fatimah, tak secerdas Aisyah.
Aku masih suka berkata menyakitkan kepada saudari-saudariku. Bahkan sehari ini pun aku belum menyapa ibuku, aku belum menyapanya dalam doa. Dimana letak baktiku?
Sekali lagi aku bertanya padamu, maka dimana letak kesholehahanku?
Hai laki-laki sholeh yang telah tertulis di lauhul mahfudz, imamku, dan ayah dari anak-anaku,
engkau yg setia dan sabar terhadap kami kelak,
Masihkah kau ingin memilihku menjadi istrimu?
Masihkah kau ingin melanjutkan kehidupanmu denganku?
Hai laki-laki sholeh,
bahkan membayangkan menjadi sahabatmu saja aku tak berani.
Aku sungguh malu membayangkan itu. Apalagi membayangkan aku menjadi istrimu?
Jika kelak kau menjadi suamiku, imam bagi keluargaku,
maka ajarkanlah aku semua itu. Ajarkanlah aku menjaga lisanku. Ajarkanlah aku menjaga pandanganku. Ajarkanlah aku shalat khusyu. Ajarkanlah aku mengaji yang benar. Ajarkanlah aku hati yang lembut. Ajarkanlah aku berbakti padamu ya calon ayah dari buah hatiku. ajarkan semuanya padaku.

Aku yakin saat ini kau sedang mempersiapkanya semua.
Memantaskan diri menjadi imam bagiku dan buah hatimu kelak.
Aku yakin saat ini kau sedang beribadah dengan khusysu.
Saat ini kau sedang menjaga pandanganmu.
Saat ini kau sedang menjaga lisanmu.
Saat ini kau sedang mencintai saudara-saudaramu.

Aku percaya dengan firman-Nya;
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk permpuan-perempuan yang keji pula, sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula..” (QS. An-Nur:26)

Doakan aku agar aku tetap Istiqomah memperbaiki diri. Doakan aku agar aku memang pantas bersanding di pundakmu. Bersanding berdua bersamamu menikmati secangkir kopi di pagi hari. Bersanding berdua denganmu dalam selimut malam; bersanding denganmu untuk mendapat Surga-Nya.
Aamiin Ya Rabb.