Sabtu, 21 Juni 2014

Haruskah Ku Menunggumu Lebih Lama?

0 komentar
Kemelut hati yang entah berawal dari mana, aku tak mengerti, seolah ada sesuatu yang belum aku selesaikan disini.

Satu tahun silam, tuhanlah yang menyebabkan kita saling bertemu.

Satu tahun silam, kamu mengungkapkan kekagumanmu, dan aku mengungkapkan kekagumanku, langit yang cerah kala itu menjadi saksi dua orang manusia dipertemukan semesta untuk jatuh cinta, aku tak tahu dinamakan apa ini, kita bekenalan mungkin belum terlalu lama, namun rasanya aku ingin selalu ada di dekatmu juga di sampingmu, kamu tak menuntut ku untuk seutuhnya menjadi wanita yang selalu kau atur, kamu memperlakukanku semanis mungkin,  " semenjak kita saling berkomunikasi " katamu saat aku menanyakan alasanmu menyayangiku. berusaha membuktikan apa yang kamu ucapkan saat itu, bahagia, karena rasa yang selama ini aku punya tidak hanya aku yang merasakanya, tapi juga kamu.

Dalam keadaan sering kehilangan kamu, aku selalu mempertanyakan apa yang tuhan mau, apa yang tuhan rencanakan untuk ku, untuk mu dan untuk kita? pria sepertimulah yang selalu ku tunggu kedatanganya dalam hidupku, menyenangkan, humoris, seiman, tangguh dan pekerjakeras, ketika menemukanmu aku seperti menemukan oase yang menghilangkan dahagaku, dahaga karena terlalu sering berlari dan mencari hal yang tak pasti, haus karena aku terlalu sering melompat dari satu hubungan ke hubungan lain, sampai aku lupa apa yang aku cari selama ini.

Aku menatapmu dan menyadari, betapa semuanya bisa berakhir dengan mudah jika kamu merasa bosan, aku ingin bilang padamu bahwa aku menginginkan status dan kejelasan, tapi setiap kali aku melihat matamu saat itupula aku selalu mengingat perkenalan kita, yang nampaknya tak lebih dari persinggahan buatmu.

Aku berjalan sendiri, menghadapi datang dan pergimu, bergelut dengan rindu yang mungkin tak kau mengerti, kamu terlalu gaib untukku, kamu terlalu jauh untuk ku gapai, dan aku yang sedang sangat berharap ini sedang ketakutan jika kau tiba - tiba pergi dan seolah tidak pernah ada yang terjadi diantara kita, 

Malam ini aku sedang mempertanyakan semua, mempertanyakan perasaanmu padaku, mempertanyakan apa tujuan hubungan yang kita jalani selama ini, dan mempertanyakan apa arti pelukan, canda, tawa, bisikan dan keluh kesahmu yang selalu berhasil memabukan ku?

Rasanya aku ingin menghentikan pencarianku padamu, rasanya aku ingin kau jadi akhir dari pelarianku, rasanya aku ingin hubungan kita lebih lama dari yang kubayangkan dan kutakutkan, rasanya aku ingin tetap menunggu kamu tak lagi menjadikanku pelarianmu, aku menunggumu tak lagi menjadikanku persinggahan, aku menunggumu menjadikanku tujuan, menjadi tempat kau selalu pulang, menjadi peluk tempat kau meletakan tangis.

Aku selalu melakukan apa yang bisa aku lakukan untukmu
Maukah kau berhenti menyembunyikanku dari sorotan mata dunia?
Sampai kapan aku harus menunggumu?
Haruskah ku menunggumu lebih lama lagi?


Sabtu, 04 Januari 2014

Lembaran Baru

0 komentar
Seringkali yang dipersatukan tuhan tak dapat dipisahkan manusia, Seringkali kita menyebutnya jodoh, Ketika berlari selalu tertuju pada arah yang sama, Ketika mencoba pergi selalu kembali kejalan yang sama, Semua berputar dan berotasi.

Katanya jodoh tentang memiliki seutuhnya, Katanya jodoh tentang memiliki banyak kesamaan, Katanya lagi jodoh berkaitan dengan hilangnya perbedaan, Benarkah ...?

Jatuh cinta menimbulkan rasa juga tanya, Ada yang bertemu lalu dengan mudah saling memiliki dan jatuh cinta, Ada yang tak sengaja bertemu, menjalin persahabatan lalu saling memiliki, Ada juga yang tak pernah merencanakan apapun lalu tiba - tiba saling jatuh cinta, yaaa, Seperti KITA.

Kita yang ingin membuka lembaran baru dan melupakan semua kenangan masalalu.