Sudah hampir delapan bulan hubungan kami berjalan, entah kenapa aku merasa waktu begitu lama, ini kali pertama aku merasa punya hubungan yang sedikit menguras otak ku.Kekasih ku bisa dibilang sedikit overprotektif. rasanya seperti balita yang tidak bisa jauh dari ibunya.
Hampir tiap jam atau terkadang tiap menit terdengar suara dari handphone ku. Bagiku mungkin sudah tidak aneh lagi, sebelum dilihat siapa yang menelpon atau mengirim mesej rasanya aku sudah bisa menebak bahwa yang menghubugiku adalah kamu. Hmmm…. mungkin bisa dibilang semua inbox mesej ku penuh dengan pesan darimu..
Wanita memang senang diperhatikan, begitupun aku. tapi tidak setiap menit atau setiap jam kamu memberikan waktumu buat aku. Kenapa hampir setiap jam kamu menanyakan aku dimana, lagi sama siapa, udah makan apa belou, sibuk ngapain, pulang jam berapa, pulang sma siapa, pulang naik apa, udah nympe rumah apa belum, makan malam dimana, sudah tidur apa belum? Kenapa selalu itu dan itu yang kau pertanyakan terus setiap hari.
Aku senang kamu memberikan banyak perhatian yang lebih terhadapku , tapi tolong sayang aku juga punya kesibukan sendiri. Aku punya urusan yang tidak semua kamu harus tau, aku punya privasi sendiri yang kamu juga tidak perlu tau. Jujur aku tidak suka ketika kamu begitu bawelnya selalu bertanya-tanya kepadaku, dasar laki-laki bermulut seribu. aku bosan dengan semua pertanyaan kamu yang mungkin aku saja sudah bisa menghapalnya. Yang bodoh aku, kamu apa kita sama-sama idiot…?
Kadang aku berpikir apa ini yang dinamakan hubungan yang baik, pacar yang perhatian atau bahkan overprotektif?. Apa semua yang aku lakukan kamu harus tau, semua jadwal aku kamu juga harus tau juga. Kenapa kamu selalu mengikutiku kemana-mana aku pergi. hello…sayang kita ini masih berpacaran bukan seperti suami istri yang semuanya sudah terbuka. Aku senang kamu peduli, perhatian tapi bukan seperti ini yang aku inginkan dari suatu hubungan. Terkadang sesuatu yang berlebihan itu hanya akan membuat semuanya menjadi jenuh, bosan atau bahkan bubar.
Sayangku..... kekasih yang paling aku cintai tolonglah kita ini sudah dewasa, aku senang diperhatikan tapi bukan rasa perhatian yang berlebihan seperti ini yang aku harapakan. Kamu sudah terlalu berlebihan. Aku hanya ingin kita bisa berhubungan secara normal seperti layaknya orang pacaran, aku tidak suka kamu terlalu overprotektif terhadapku. Cinta itu akan merasa tenang jika kita menjalaninya dengan rasa jujur, setia, dan kepercayaan. Tidak seperti hubungan dengan seorang depkolektor yang kemana-mana harus was-was di buntuti, perasaan takut yang berlebihan dan rasa khawatir yang tidak sewajarnya semua itu hanya akan membuat semuanya menjadi hilang secara perlahan.


